Mengoptimalkan Potensi Sistem Syaraf untuk Kebahagiaan

Assalamu’alaikum. Selamat Pagi dan selamat hari jum’at ya. always keep your persistence to catch the dreams 🙂

01102017299.jpg
Situ Gintung Ciputat

Yosa, kali ini saya akan mencoba menulis sesuatu yang mungkin masih jauh dari pandangan kebenaran, wallahu ‘alam, tentang sistem syaraf kita yang begitu masya Allah deh. Bagaimana kita membuat sebuah sambungan sinap-sinap dan terbungkus oleh myelin yang membuat ingatan kita kuat dsb. Jadi tuh Allah udah pada baik sama kita seperti firman Allah Swt

 

“. . . dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati agar kamu bersyukur” (Q.S. An-Nahl ayat 78)

Terkadang kecerdasan itu diberikan atau disandangkan kepada orang yang memiliki beragam informasi, baik hasil penglihatannya atau pendengarannya. Informasi tersebut pastilah memiliki kekurangan, karena alat indera kita pula yang memiliki kekurangan. contohnya bisa dibaca tentang proses persepsi Mengapa Kita Membenci atau Takut Sesuatu dan Sulit Hilang ?.  Baiklah check out bellow.

“Bahagiamu adalah bahagiaku, dan bahagiaku adalah bahagiamu”. Sering kali kita mendengar ungkapan di atas khususnya para remaja atau seusianya. Ungkapan tersebut menunjukan bahwa kebahagiannya dibentuk oleh orang lain, apa itu benar ?

Sebagaimana diketahui bahwa sistem syaraf kita tidak terhubung dengan orang lain, hanya saja kalau mempengaruhi beda lagi ceritanya. Karena kita bukan makhluk individualis murni dan cenderung membutuhkan orang lain, maka kebahagiaan juga bisa tertularkan. Tapi ada tapinya kawan, kalau misalkan endorfin dalam diri kita tidak terproduksi kita engga akan bahagia kan hehe, engga juga sih ini tergantung dari mana kita melihat suatu akibat dari beragam sebab.

Disini saya mencoba menjelaskan agar kita bahagia dari sisi biopsikologinya kawan. Jadi begini, kebahagiaan itu muncul dalam diri kita karena adanya neurotransmitter. Diri kita itu dapat memproduksi morfin secara alami, yaitu endorfin. Jadi tuh kalau ada orang yang pake narkoba atau kawan-kawannya, mereka kurang paham tentang adanya morfin alami dalam diri. so kita yang sudah paham kasih tahu aja kepada pengguna narkoba tentang endorfin ini.

Dan teman-teman kabar baiknya endorfin bisa diproduksi dalam diri ketika tubuh kita berkeringat. Maksudnya berkeringat karena berolahraga ya, seperti joging atau bersepeda. Itu berimplikasi terhadap kebahagiaan (Dr. Libia Sari dalam Tempo, 30 september). Jadi tuh rajin-rajin lah berolahraga teman-teman. Berkungkung dalam kamar kecil akan menyempitkan pandangan dan pemikiran kita. Cobalah kita sekali-kali pergi ke tempat terbuka hijau, insyaa Allah, ketenangan akan didapat.

Namun, harus juga hati-hati loh dengan endorfin. Kalau tubuh kita kebanyakan memproduksi endorfin, kita cenderung akan ketawa-ketawa sendiri haha. Itu katanya dapat menyebabkan skizofrenia. Katanya tuh orang dengan skizofrenia mungkin menunjukan serangkaian luas gejala, termasuk pikiran yang terganggu, komunikasi yang ganjil, emosi yang tidak tepat, perilaku motor yang tidak normal, dan penarikan diri (Laura A. King, 2012).

Imam Al-Ghazali juga menyebutkan bahwa kita itu engga boleh memiliki sikap ekstream ke bagian buruk atau baik. Harusnya kita memiliki sikap moderat, konteknya disini dalam akhlak (Al-Ghazali, Terj. M. Al-Baqir, 2016).

Jadi tuh sebenernya temen-temen yang mau saya katakan adalah mari hidup lebih sehat dan bahagia. Bahkan kita sendiri bisa, menjadi perantara, membuat diri bahagia, yaitu dengan potensi sistem syaraf yang kita miliki.  Mari mensyukuri hidup yang hanya sekali di dunia. Carilah perbekalanmu untuk kehidupan selanjutnya. Ingatlah kematian mengintai kita setiap saat. Mari sebarkan energi positif untuk kehidupan umat lebih baik. Mari kita satukan suara sebagai negeri bumi, negeri manusia yang sehat bermaslahat.

 

mengapa-langit-berwarna-biru
Mari hidup sehat secerah langit biru 😀

For your information, artikel selanjutnya adalah tentang kecerdasan dengan system syaraf kita. Therefore you dont go to outside. Enjoy your life, dont be sad and dont be afraid to walk on your dream.

Jika kalian ingin membaca bagaimana kebahagian dalam hidup atau hidup itu harus bahagia dalam buku Psikologi Kebahagiaan karya Prof. Komarudin Hidayat.

Dan apabila ada koreksi atau saran atau apapun bisa kamu tulis di komentar atau kirim email personal ke : aripviker@gmail.com :). 

Sumber :

Al-Ghazali, Terj. Muhammad Al-Baqir, Mengobati Penyakit Hati Membentuk Akhlak Mulia Percikan Ihya Ulum Al-Din, Bandung : Mizan Group, 2016.

Anonim,”Hormon Endorfin Bikin dan dopamin Bahagia”, Jawa Pos, Tangerang Selatan: Jawa Pos, 30 September 2017.

King A. Laura (2007), Terj. Brian M., Psikologi Umum Sebuah Pandangan Apresiatif, Jakarta: Salemba Humanika, 2012.

Facebook Comments

arifkeisuke

Lebih suka melihat langit biru di antara pepohonan yang hijau.

4 thoughts on “Mengoptimalkan Potensi Sistem Syaraf untuk Kebahagiaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: