Miskonsepsi dalam Common Kepribadian

Asslamu’alaikum. Selamat malam semuanya.

Temen-temen tahu ga sih apa itu kepribadian ?. Atau temen-temen sering bermain kepribadian, seperti kamu kepribadiannya pemarah ya, kamu melankolis ya, atau kamu introvert ya. Pernah melakukan hal itu ?. Nah itu juga bagian dari bahasan psikologi kepribadian.

Terus hubungan sama judulnya yang miskonsepsi dalam common kepribadian apa ?. Jadi gini nih teman-teman, saya cuman ingin menyamakan persepsi, tapi bukan menyalahkan ya. (Mengenai persepsi, ada artikel menarik loh, Mengapa Kita Membenci atau Takut Sesuatu dan Sulit Hilang ? )Sebenarnya kita sah-sah aja menilai seseorang dalam kategori kepribadian tertentu. Asal jangan sampai akibat dari penilaian itu kita menjudge dia secara keseluruhan aspek kehidupannya. Misal si A dinilai memiliki sifat introvert, jadi kita tidak pernah mengajaknya dalam sesi public speaking, atau diem-dieman takut dia baper wkwk.

Lalu hubungannya ? hubungannya saudara tua wkwk. Yang mau ditulis yaitu itu merupakan bagian dari tipologi. Keslahan orang dalam mempersepsikan kepribadian, dimana permasalahan nya adalah orang cenderung menggunakan pengetahuan kepribadiannya yaitu dari pandangan tipologi. Tipologi merupakan hal yang diskrit. Kepribadian seseorang tidak sepenuhnya mutlak terhadap suatu hal, ada kecenderungan dalam memiliki sifat tersebut. Istilah tersebut dinamakan dengan traits.

Mari kita kupas tentang Tipologi dan Traits Dispositional Level.

Sebelum menginjak tipologi, apa sih kepribadian ?. Jangan-jangan enggak tahu hehe 😀 becanda hhee pasti tahu lah. Kepribadian berasal dari kata persona yaitu topeng. Tahukan lah arti topeng, maksudnya dia bersembunyi di balik topeng, mungkin malu-malu wkwk. Untuk lebih jelas saya kutip dari Michel Yuichi Soda Kepribadian adalah organisasi komplek dari afeksi, kognisi, dan behavior jadi sebuah pola yang stabil dan koheren. Intinya gitulah percampuran dari dalam dan luar diri menjadi perilaku kebiasaan kita yang stabil.

Terus apa fungsi kepribadian ? simplenya untuk menjelaskan dan memprediksi perilaku orang di masa depan. Karena tadi, kepribadian kita stabil meski di berbagai kondisi maka akan tercipta pola dan mudah untuk diketahui.

Bagaimana kita mengetahui keprobadian orang ? Dengan mengisi kuesioner wkwk. Ciri-ciri kepribadian itu stabil, koheren, diekspresikan dengan perilaku yang over baik berpikir dan berasa, terorganisasi, penentu, dan konsep gabungan tadi dalam dan luar diri yaitu fisik dan biologi.

Pada awalnya banyak usaha-usaha terdahulu yang menyangkutkan atau melihat kepribadian seseorang dilihat dari tulisannya, kosmik, gurat tangan, dsb. Sebenernya itu bisa saja benar, namun untuk saat ini seperti grafologi, astrologi, chirologi (gurat tangan), phisiogonomi (wajah), Phrenologi (Tengkorak), dan onychologi (Kuku) (Sumadi, 1982). Itu semua merupakan masih prailmiah. Karena validitas dan reliabilitasnya belum teruji. Contohnya grafologi, dasar asumsi grafologi adalah semua tulisan atau guratan gerakan tangan merupakan ekspresi jiwa kehidupan manusia tersebut. Instannya semua rahasianya dicurahkan dalam tulisan.

Mengapa ga ilmiah ? Coba banyangin atau lakuin, ketika kita ngantuk dan terjaga tulisan kita bakalan berbeda loh. Atau ketika kita kelelahan dsb. Karena grafologi itu menganalisis tulisan seseorang, maka itu tidak stabil atau reliabel.

fad9b2932e3c2f00997a46f0ffa6d7fa--personality-psychology-personality-profile
Source : pinterest

Ada cerita temen-temen nih menyangkut tipologi, dulu nih sebelum masehi pasti tahu kan sejarah Aristoteles dkk di Yunani gitu. Dengan menggunakan akal rasio (sebut saja otak), ada seseorang yang memikirkan bagaimana sih orang itu terbentuk sebabnya terutama perilakunya. Ada yang menanyakan hal seperti itu, namanya HipocratesHipocrates berasumsi bahwa kepribadian manusia itu dipengaruhi oleh cairan-ciaran dalam diri loh, katanya. Seperti kepribadian flegmatis, melankolis, kayak gitu deh pernah denger kan ? Kalau belum baca dulu deh Hipocrates’ Assumtion . Hipocrates terpengaruh oleh kosmologi empedokles, bahwa dunia ini tersusun atas empat unsur dasar yaitu tanah, air, udara, dan api (Sumadi S, 1982).

Setelah ngalor ngidul, mari masuk ke intinya. Tipologi maksudnya yaitu penggolongan orang berdasarkan kategori yang diskrit atau dikotomi. Contohnya Ramah-Pemarah, Pendiam-Aktif dsb. Asumsi Hipocrates itu membagi orang ke dalam 4 kategori. Penentuannya tersebut tidak scalabel atau quantifable. Jika ditelaah lewat kata Tipologi itu tipe dan logi. Ilmu tentang tipe singkatnya.

big-five-personality-traits
Source : risetoshinetodaydotorg

Terus apa itu Traits-Dispositional Level ? Traits memiliki arti secara leksikal yaitu ciri, atau sifat atau karakter khusus. Jadi kalau digabung dengan dispositional, level kecenderungan sifat seseorang. Traits digagas oleh beberapa ahli seperti Gordon W. Allport, Raymond B. Cattel, dan Hans J Eysenck. Mereka memiliki metodenya masing-masing. Contohnya Cattel yang mencoba mengumpulkan kosa kata adjective dalam bahasa Inggris sebanyak mungkin. Kemudian diinduksi dengan menggunakan metode life record, self rating, factor analysis, menjadi beberapa, untuk Cattel memunculkan 5 sifat dasar manusia. Mengenai pembentukan teori bisa dilihat disini ya Mengapa Teori Sering Dikata Tidak Sesuai dengan Praktek

Pendekatan umum traits adalah penyimpulan dari perilaku yang stabil, Generality, dan standardized environment.

Lalu bedanya sama tipe apa ? Traits umumnya stabil, dan quantifable atau bisa diukur secara kuantitatif. Jadi orang menurut trait-dispositional level, orang itu memiliki level-level sifat dasar semuanya dalam dirinya. Tapi yang mana yang lebih dominant. Contoh, si Fulan ketika hari pertama suka menolong orang, hari kedua sama, begitupun hari ke tiga sampai sembilan. Namun pada hari ke sepuluh si Fulan ga nolong orang yang membutuhkan. Perilaku pulan dianggap stabil karena dalam 9 kali kondisi dia merespon secara continu. Dalam trait juga dikembangkan beberapa alat ukurnya seperti, The NEO-PI-R dsb.

Meskipun begitu ada beberapa kritik yang dilontarkan kepada traits. Kritik yang paling menonjol adalah sulitnya membedakan Traits dengan States distinguished dan pada akhirnya traits juga menggolongkan seseorang kedalam kategori, namun secara scala.

Jadi sebenarnya itu, untuk menentukan kepribadian tidak bisa secara langsung tanpa pengamatan mendalam yang terukur terlebih dulu. Metode untuk mendapatkan kepribadian bisa dengan cara interview, self-report, Projective Measures, Behavioral Sampling or Observation, Daily life Experience, atau Brain Imaging. Dan juga dalam Psikologi kepribadian orang tidak hanya dilihat dari satu sudut saja, misal tidak hanya dari sudut Traits-Dispositional Level saja. Namun kita harus adil melihat dengan banyak aspek atau human as a whole. Level-level yang lainnya yaitu Biological, Psychodinamic-Motivational, Behavioral Conditions, Phenomenological Humanistic, and Socio Cognitive Level. Memang tidak salah dalam menilai seseorang by cover, but humans is dinamic. Memang kadang susah menghilangkan persepsi awal kita terhadap seseorang, namun hal itu bisa diubah dengan mengetahui secara komprehensi orang tersebut. Terlepas dari itu semua, penulis juga masih belajar dan mungkin terdapat beberapa kesalahan dan kekhilafan dalam baik tulisan ini atau sebelum-sebelumnya.

Untuk lebih jelasnya lagi bisa dibaca di daftar pustaka

Mischael W., Shoda Y., & Ozlem Ayduk. (2008), Introduction To Personality Toward an Integrative Science of The Person 8th Edition, Hoboken : John Wiley & Sons, Inc.

Suryabrata S. (1982), Psikologi Kepribadian, Jakarta : Rajawali Pers.

Dan Sumber perkuliahan Psikologi Kepribadian I.

tree-234716_960_720
Source : Google

Oke sudah cukup disini dulu untuk artikel kali ini. Sebenernya sih saya pengen mengajak mari hidup lebih bahagia, pahamilah manusia secara menyeluruh supaya kita paham dan mensyukuri hidup ini. Seperti bagaimana rumitnya sistem dalam tubuh kita untuk hanya bergerak jalan saja. Jika kita paham, mungkin kita akan lebih bijak dalam memperlakukan tubuh titipan Yang Maha Rahman ini. Terima kasih don’t forget to be alive as a blue sky, don’t forget to see it because you can feel free and enjoyble. Untuk itu mari jaga alam kita :).

Untuk artikel selanjutnya akan membahas, In syaa Allah, bagaimana sih sikap kita (perempuan dan laki-laki) dalam menghadapi masalah ? . Yuk tetep stay tune on this blog. Terima kasih.

Enjoy your life, dont be sad and dont be afraid to walk on your dream. to expose the true we should have a brave, what else in the bad moral millieu.

 

Dan apabila ada koreksi atau saran atau apapun bisa kamu tulis di komentar atau kirim email personal ke : aripviker@gmail.com :). 

Facebook Comments

arifkeisuke

Lebih suka melihat langit biru di antara pepohonan yang hijau.

3 thoughts on “Miskonsepsi dalam Common Kepribadian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: