Pengalaman Mengikuti JLPT N5

Yosh, Assalamu’alaikum. Selamat pagi teman-teman yang tersangkut di blog :D. Kali ini saya akan coba menshare tentang pengalaman saya mengikuti JLPT tanggal 3 desember kemaren. Siapa tahu ada yang membutuhkan gitu dan pengen mengikuti test ini namun buta atau hitam informasi haha. Karena kurang informasi kita tidak akan tahu dan tidak dapat memprediksi apa yang akan dilakukan ke depan, atau dalam istilah kasarnya blank, hitam, gelap . kalau dalam pribahasa orang sunda mah harus bodo alewoh.

 

Gambar 1 sumber : Google

Apa itu JLPT ? Mungkin ada yang masih belum tahu apa itu JLPT, singkatnya ya kayak TOEFL, tapi ini dari Jepang dan bahasa Jepang gitu. Untuk pengalaman Test bahasa Inggris dan Arab bisa dicek disini [Pengalaman Mengikuti TOEFL dan TOAFL di UIN Jakarta]. Kalau dipanjangin JLPT itu Japanese Language Proficiency Test atau日本語能力試験 (Nihongo Nouryoku Shiken) adalah sebuah test yang mengukur Bahasa Jepang seseorang luar Jepang atau bukan orang Jepang, yang meliputi test pengetahuan bahasa (Kosakata dan Grammar), reading, dan listening. Tes ini biasanya diselenggarkaan dua kali dalam satu tahun. Untuk tahun ini bulan Juli dan Bulan Desember kemaren tanggal 3. Tes ini di setiap negara ada biasanya, untuk di Indonesia yang menyelenggarakan adalah kakak-kakak dari Universitas Dharma Persada bagi panlok Jakarta. Untuk info lebih jelasnya bias ke sini [Japanese Language Proficiency Test].

Bedanya dengan TOEFL apa ya ? Jelas berbeda banget loh, mulai dari segi biaya, dan system penliaiannya pun. Sebelum membahas biaya, saya akan bahas system penilaian untuk JLPT itu gimana. Dalam TOEFL tidak ada yang namanya tester yang lulus atau tidak lulus, test yang diajukan akan menghasilkan sebuah skor, dan berapapun skor itu merupakan kemampuan yang dimiliki oleh kita mengenai Bahasa Inggris tersebut. Sedangkan untuk Bahasa Jepang, ada 5 tingkatan yang telah disediakan di antaranya yaitu dari level terendah yaitu N5, N4, N3, N2, dan N1. Setiap orang yang akan tes bias memilih paket mana yang akan diambil dalam tes tersebut, dan akan dianggap lulus jika memenuhi kriteria yang ditentukan setiap paket atau level test. Jadi sistemnya itu lulus atau engga lulus di setiap level. Misalkan saya kemaren pertama kali nyoba ngambil tes yang level N5, ya soal yang ditawarkan adalah soal setingkat N5. Tidak diberikan N4 ke atas, karena dari awal saya sudah milih akan ngambil tes level N5. Untuk harga sendiri cukup berbeda jauh dengan tes Bahasa Inggris, N5 : Rp. 110.000, N4 : Rp. 120.000, N3 : Rp. 140.000, N2 : Rp. 160.000, dan N1 : Rp. 190.000 [Bisa dilihat di JLPT Online]. Semakin sulit levelnya semakin mahal biayanya wkwk.



Pengalaman saya sebelum tes kemaren yaitu sebenarnya belum siap, tapi karena iseng – iseng nyoba tes sebentar di Jlpt.jp ternyata soalnya engga terlalu sulit gitu, bagi N5 wkwk. Yah dan harganya engga sampai jutaan gitu kayak TOEFL iBt atau IELTS, jadinya ikut deh. Kalau kalian emang penasaran da nagak ragu mau ngambil tes Bahasa Jepang, bias sok dicoba dulu soalnya kayak gimana di sini [JLPT]. Prosedur pertama yaitu kita daftar di situs JLPT online, kita registrasi membuat member. Dan kita nunggu email konfirmasi gitu deh. Setelah itu kita dimintai transfer sejumlah uang yang mana level kita ngambil yang mana. Jika kita sudah transfer biasanya harus ngirim bukti transferan ngupload foto bukti dan foto diri di website JLPT online tadi. Dan sudah sih sampai disini nanti kita dikasih semacam kartu peserta ujiannya gitu dan harus diprint serta dibawa saat ujian nanti.

Untuk informasi lokasi ujian, dan denah atau masalah teknis penyelenggaraan teknis informasinya nanti diinfokan dua atau tiga minggu sebelum tes diadakan gitu. Kemaren saja saya, kalua engga salah 3 mingguan lah. Dan karena saya milih tes di Jakarta, ternyata alhamdulillah dapet lokasi yang engga terlalu jauh dari Asrama hehe tinggal ke Blok M tepatnya di SMAN 82 Jakarta. Untuk informasi lokasi tes di Indonesia yaitu di Jakarta, Bandung, Semarang, Padang, Surabaya, Medan, Yogyakarta, Denpasar, Manado, dan Malang. Dan kita diminta untuk memprint out denah dan tatib JLPT itu, namun sebenarnya mah engga diperiksa juga ketika kita tes. Yang diperiksa itu hanya Kartu Ujian dan Tanda Pengenal. Tapi kalau di tempat lain mah engga tahu hehe. Kadang emang gitu sih, konsep mah nyuruh kayak gini, tapi di lapangan agak berbeda, bisa baca kenapa disini [Mengapa Teori Sering Dikata Beda dengan Praktek]. So jangan lupakan itu ya.

Untuk info masuk ruangan yaitu masuk jam 09.00 WIB tapi mulai penjelasan 09.30an gitu, dan mulai tes. Untuk yang terlambat ane enggak tahu soalnya kemaren engga ada yang terlambat hehe. Sesi pertama yaitu 25 menit untuk kemampuan kanji N5 dan seputar kosa kata gitu. Kemudian istirahat dan lanjut sesi Grammar 50 menit dan reading gitu. Istirahat lagi terus 25 menit untuk tes listening. Selesai itu jam 12.40 WIB kemaren mah. Selow bae pengawasnya pada kalem juga, mereka juga pernah mengikuti tes JLPT nya jadi udah pada tahu kondisi peserta ujian hehe. Jangan kaget aja ya, emang seperti tes bahasa lain banyak banget orang tua dan bahkan ya anak muda gitu ikut tes bahasa Jepang. Mereka semangat sekali, walaupun usia telah mengindikasikan untuk beristirahat di rumah. Tapi tidak patah dan kalah semangat dari anak muda manteman. Oh iya, bentuk soal semuanya dalam bahasa Jepang ya, mulai dari petunjuk pengisian soal dsb. Setiap section itu memiliki beberapa jenis mondai. Jadi misalkan nih dalam Kanji, ada beberapa bentuk pertanyaan, jadi kita harus baca contoh soal terlebih dahulu apa sih yang diminta untuk dijawab.

Apa lagi ya hehe. Oh iya jangan lupa persiapan sebelum mengikuti tes nya ya, bisa dilihat situs mana yang menyediakan belajar [Situs Belajar Online Gratis], namun untuk khusus bahasa belum saya posting, lupa dan sibuk kuliah bermesraan dengan tugas terus wkwk. Nanti tunggu saja ya postingannya setelah yang ini yaitu Situs Belajar Bahasa Asing Gratis Online, termasuk di dalamnya ada bahasa Jepang loh, Inggris, Jerman dsb. So persiapkan saja.

Gambar 2
umi ga kirei desu ne, mirai no tame ni ganbarimashou

Untuk kali ini dicukupkan sampai disini, semoga bermanfaat bagi temen-temen yang ingin memutuskan, ciyee mutusin, mengikuti JLPT level berapapun bagi yang pertama kali. Semoga menjadi referensi bagi kenyamanan tesnya. Sampai jumpa di bulan Juli tahun depan, do’akan saya akan ngambil N4. So Ganbatte kudasai. Don’t be afraid to pursue and to catch our dream, yume o kanaerimasho ii mirai no tame ni, watashitachi ga benkyou shimashou. Seikou ni narimasu you ni.

For your information, artikel selanjutnya yaitu tentang Situs Belajar Bahasa Online secara gratis, gratis ya. So, you dont go to outside, please stay here zutto. Enjoy your life, dont be sad and dont be afraid to walk on your dream, and you can enter to your dream with happiness. To expose the true we should have a brave, what else in the bad moral environment.




 

Dan apabila di antara teman-teman memiliki pengalaman yang sifatnya membangun atau saran apapun itu untuk kemajuan website ini boleh dikirim lewat komentar atau via email : aripviker@gmail.com. Terima kasih ditunggu cerita dan masukannya

Facebook Comments

arifkeisuke

Lebih suka melihat langit biru di antara pepohonan yang hijau.

10 thoughts on “Pengalaman Mengikuti JLPT N5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: