Kisah Perjalanan Rumi Menjadi Sufi dan Anak Angkatnya Kimya dari Desa Sampai Bertemu Rumi, Resensi Buku Kimya Sang Putri Rumi

Yosh, Assalamu’alaikum. Sudah lama sekali engga posting di blog, sudah sangat sepi sekali wkwk. Maklum tugas dan tuntutan uas kali ini sungguh sangat menyibukan dan membingungkan. Doi sering php dan ya begitulah yang mahasiswa yang uasnya engga dijadwal :D. Oke mengawali postingan kali ini kembali meresensi buku, sebelumnya saya meresensi tentang bagaimana kita menyambut kematian dalam [Menyambut kematian dengan jiwa bahagia, Psikologi Kematian] dan sebuah novel filsafat [Dunia Sophie].

Kekhawatiran akan masa depan yang selama ini memburunya kini telah lenyap. Dia tidak lagi dikejar perasaan terlambat atau terlalu awal, keduanya tidak masalah lagi. Berada di sini atau di sana pun bukan lagi masalah. Yang penting adalah berada di sini dan pada saat ini. Dia hidup untuk hari ini.

Sufi Rumi
Gambar 1 Berdzikir Sambil Menari. Source : Rumisufi.blogspot.



Keterangan Buku


Judul Buku     : Rumi’s Daughter (Asli); Kimya Sang Putri Rumi

Penulis        : Muriel Maufroy

Genre        : Sufistik, Islami, Spiritual, Sejarah

Bahasa        : Inggris (Asli); Indonesia (Terjemahan)

Penerbit    : Rider, 2004 (London); Mizan, 2005 (Bandung)

ISBN         : 979-433-481-2


Tentang Penulis

Muriel Maufroy lahir dan besar di Francis tetapi dia menulis di Inggris. Muriel menghabiskan waktunya di Amerika dan Inggris, karena Muriel bekerja di BBC sebagai jurnalis radio untuk beberapa tahun.

Muriel melibatkan dirinya pada Sufism, imbasnya minatnya itu telah meningkat terhadap Timur Tengah. Dia pergi beberapa kali ke Turki dan Iran serta pada waktu lain ke Suriah dan Yordania. Muriel juga memperoleh gelarnya tentang Persian dari The School of Oriental and African Studies in London. (Amazon).

Muriel telah mempublikasikan beberapa karyanya yaitu Rumi’s Daughter, On the Other Side of Love dan The Garden of Hafez.

Muriel telah wafat pada bulan Mei 2017 lalu.

Sinopsis

Buku ini bercerita tentang kehidupan di pedasaan Turki di lembah pegunungan Taurus. Kehidupan desa yang asri dan masih terjaga, hingga kebiasaan masyarakat empat musim yang bertani dan berkebun untuk memenuhi kebutuhannya. Di desa itu, Islam baru masuk dan masih berdampingan dengan agama kristen, namun tidak ada perilaku yang untolerir. Cerita berpusat pada Kimya yang sering mengalami kontemplasi. Kimya merupakan satu-satunya anak yang memiliki minat belajar, terutama bahasa, yang tinggi pada anak seusianya di desa tersebut. Kemudian cerita berpusat di Kota Konya tahun 1200an, dimana suasana kota saat itu digambarkan dan berpusat pada cerita Kimya yang menjadi anak angkat Rumi. Mulai dari pertemuannya dengan Rumi hingga Kimya menikah dengan salah satu sahabat Rumi, yang mengajarinya menjadi seorang sufi. Bagaimana kelanjutannya ketika Kimya memutuskan pindah ke Konya, dan bagaimana pernikahan Kimya dengan sahabat yang membuat Rumi menjadi sufi ? Baca bukunya dan download di bawah ini

now

Ulasan Buku

Buku ini menyajikan cerita lama, dimana kronologisnya sangat diperhatikan. Dalam bukunya ditulis istilah-istilah penting dalam bahasa Turki, serta kronologis kejadian sebelum cerita dalam buku ini dicantumkan. Mislanya tahun perebutan kota konstantinopel dan perang salib. Muriel menyajikan buku ini dari sudut pandang feminism. Kosakata dan diksinya cukup mudah untuk dipahami untuk yang bahasa Indonesianya. Muriel dapat menggambarkan ceritanya begitu hidup, terutama cerita ketika berpusat di desa tempat keluarga kandung Kimya berada. Dan menjelaskan sejarah dari mana dan siapa Kimya serta keluarganya berasal. Setelah masuk ke Konya, cerita mulai terasa lebih berwarna. Namun, dibeberapa bagian cerita terkesan stagnan atau tidak berasa. Maksudnya jalan ceritanya, mungkin dalam persepsi saya karena penampilan konfliknya terlalu terus sama terulang dan lama terselesaikannya hingga tidak ada masalah lain muncul. Masalah lainpun muncul hanya sekedar sepintasan. Meskipun begitu, itu tidak membuat ceritanya blur atau hilang. Puncak-puncaknya semakin terlihat dan bercerita secara hidup.

Muriel juga menjelaskan secara apik tentang bagaimana perjalanan seorang sufi. Bahkan dalam cerita dipaparkan ada seorang tokoh cerita yang memutuskan menjadi seorang Darwis (orang yang menempuh hidupnya dengan jalan menjadi sufi). Bagaiamana ia bertemu Rumi dan meninggalkan kehidupan di kota menuju pengasingan di desa pegunungan Taurus. Serta bagaimana perubahan dari Jalaludin Rumi yang pada mulanya sering berinteraksi menjadi seorang Sufi yang lebih sering berdzikir kepada Allah.




Seputar Sufism Aliran Mawlawiyah

Sebagaimana ditunjukan oleh pada sufi lainnya bahwa tujuan dari segala tujuan adalah cinta kepada Allah. Tahapan tersebut bisa berupa maqamah (Tahapan) ma’rifah, mahabbah, ittihad, hulul atau wihdah al-wujud. Dimana tidak ada lagi sekat dengan Allah, karena jiwa manusia yang sudah terlepas dari cinta selain kepada Allah. Jalaludin Rumi yang lahir di Balkh (Afganistan) memiliki nama asli Muhammad Jalaludin, dimana Jalaludin merupakan ayahnya (Fii hi ma Fihi). Rumi mengekspresikan cintanya kepada Allah lewat syair atau puisi dan tarian sebagai bentuk mengingat kepada Allah. Aliran Mawlawiyah disebut sebagai Sufi berputar, karena memiliki ciri khas tarian berputar. Mawlawiyah berasal dari bahasa Turki yaitu Mawlaw’iyya; bahasa Inggris Mevlevi Order atau Mevlevilik; Dalam bahasa Persia Maulawiyah. Molaviyeh artinya meditasi aktif secara fisik atau sebuat tarekat sufi di Konya, yang mana pengikut Rumi (Wikipedia).

Download Ebook atau Buku Digital Kimya Sang Putri Rumi [Google Drive]

Daftar Pustaka

Amazon, Muriel Maufroy, https://www.amazon.com/Muriel-Maufroy/e/B0034Q8PZY.

Maufroy M, Terj. Hartini S, Kimya Sang Putri Rumi, Bandung: Mizan, 2005.

Wikipedia, Jalaludin Rumi.

Wikipedia, Sufi Berputar.

121917_0453_MenyambutKe7.jpg

Akhirnya usai juga ulasan buku novel tentang sufi, Alhamdulillah. Semoga apa yang disampaikan dalam tulisan kali ini bisa bermanfaat. Segala kebaikan datang dari Allah, dan jika ada salah mohon dimaafkan itu karena kekurangan dari penulis. Tulisan ini memang ditulis oleh orang Barat, cukup bagus untuk melihat bagaimana persepsi Muriel dan lingkungan sekitarnya mempersepsikan Sufisme terutama tentang Rumi. Sesungguhnya manusia bukan makhluk yang sempurna, jadi pasti memiliki kekurangan. Oleh karena itu, kita harus berusaha menutupi itu dengan berusaha dan kalau berhubungan dengan buku ini mah mentabayyun terus informasi yang diterima . Terima kasih. Selamat Liburan bagi Mahasiswa.

Bagi teman-teman yang memilliki kritik atau saran yang bersifat membangun blog inidan mungkin juga ingin mengirimkan artikel atau karyanya untuk dipublikasikan di website ini, kamu bisa mengirimkan itu ke : Aripviker@gmail.com

Facebook Comments

arifkeisuke

Lebih suka melihat langit biru di antara pepohonan yang hijau.

One thought on “Kisah Perjalanan Rumi Menjadi Sufi dan Anak Angkatnya Kimya dari Desa Sampai Bertemu Rumi, Resensi Buku Kimya Sang Putri Rumi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: