Mengenal Dissociative Disorder. Kepribadian Ganda, Depersonalisasi, dan Amnesia Dissosiative | Serial Mengenal Stres.

Assalamulaikum. Selamat pagi.

Kali ini saya ingin mengenalkan kepada teman-teman semua tentang salah satu penyakit atau gangguan dalam psikologi. Mungkin bagi sebagian kamu yang tertarik dengan ranah psikologi, atau kamu yang sudah diterima jadi mahasiswa baru psikologi bisa disimak artikel ini. Mungkin juga bagi kamu atau siapapun yang tertarik dengan istilah “Kepribadian ganda” dan mencari pengertian sebenarnya bisa mengikuti artikel ini. Umumnya sih untuk semua orang hehe.

Dissociative-Disorder-Dubai gnc dubai
Secara terpisah. Source : GNC Dubai

Seperti dalam artikel sebelumnya mengenai stres, Stres Membunuhmu, Kenali Definisi, Kinerja, Dampak dan Terapinya. Artikel ini merupakan salah satu contoh penyakit atau gangguan yang penyebab utamanya adalah stres. Karenanya stres yang tidak diakhiri dengan semestinya akan menimbulkan bahaya yang mengerikan loh. Seperti yang lumrah diketahui di Jepang tingkat bunuh diri yang tinggi karena tekanan hidup atau stres, atau pengaruh dari luar dan dalam diri. Seperti yang dilansir dari tribunnews tentang alasan banyaknya warga Jepang yang bunuh diri [Baca disini]. Di sana disebutkan faktor luar banyak andil dalam mendorong orang Jepang untuk bunuh diri. Mengulas sedikit, seperti dalam teori diathesis stress, orang menjadi stres yang mengganggu karena interaksi antara prediposisi atau sifat diri dengan lingkungan yang penuh tekanan. Oleh karenanya, ini akan berakibat positif pada tindakan yang membahayakan diri jika tidak kuat menghadapinya.


Pertama, sebelum beranjak ke gangguannya, mari kita pahami dulu apa itu Dissociative Disorder. Secara bahasa, dissociative berasal dari bahasa Inggris yang artinya terpisah, dan disorder berarti gangguan. Dissociative disorder berarti kepribadian bertentangan dengan semestinya atau dirinya. Menurut Ann Kring, dkk (2012) disosiasi melibatkan kegagalan dari kesadaran untuk menampilkan perannya yang biasa dalam mengintegrasikan kognisi, emosi, motivasi, dan aspek pengalaman kita lainnya ketika kita sedang dalam keadaan sadar. Gangguan ini sebenarnya masih menjadi teka-teki, dan masih banyak yang belum diketahui.

Etiologi atau sebab dari gangguan ini lebih banyak dikaji oleh psikoanalisis dan behaviorist. Menurut para penganut psikoanlisis gangguan ini disebabkan karena seseorang merepresi stres, atau seseorang yang memiliki stres kemudian menekan ke alam bawah sadar atau mencoba untuk menghindari masalah dan mengalihkannya pada hal lain. Sedangkan untuk pada behaviorist menyatakan bahwa ini disebabkan karena respon terhadap stimulus yang penuh stes dan responnya yaitu menghindari stimulus tersebut. Misalnya dengan pura-pura senang atau bahagia padahal ini bertentangan dengan dirinya.

Konsep perilaku yang menyimpang, termasuk gangguan disosiatif, seperti yang dijelaskan dalam artikel sebelumnya bisa dengan analisis diathesis seseorang. Jika dibuat persamaan maka Stres, yang merupakan aspek eksternal atau asalnya dari lingkungan, ditambah dengan diathesis yaitu kepribadian seseorang, disposisi, genetik dsb. Ketika kedua hal tersebut saling mendukung atau memenuhi kriteria akan menghasilkan perilaku menyimpang. Contohnya yaitu ketika seseorang dihadapkan pada situasi pekerjaan misalnya, pekerjaan tesebut menuntut terlalu berat bebannya bagi orang tersebut. Kemudian karena Dia memiliki kepribadian, yang terdiri dari persepsi, yang tidak tahan dengan stres, sehingga mempersepsikannya secara berlebihan. Akhirnya akan menimbulkan perilaku yang menyimpang sebagai kompensasi atau penurunan tingkat stres bagi dirinya.

Macam-macam Gangguan disosiatif yaitu diantaranya Amnesia Disosiatif, Identitas Disosiatif atau Kepribadian Ganda, dan Depersonalisasi.

  1. Amnesia Disosiatif.
    new-what-are-the-symptoms-of-dissociative-amnesia-1 betterhelp
    Hilangnya ingatan setelah kejadian stres. Source : Betterhelp

    Gangguan ini merupakan gangguan yang berkaitan dengan hilangnya ingatan seseorang, baik ingatan pribadi, keluarga, dan orang lain. Sehingga orang tersebut tidak mengenali siapa dia, keluarganya, mengapa ia berada di suatu tempat dsb. Gangguan ini dapat terjadi karena kejadian yang penuh stres, sehingga berpengaruh pada memorinya karena tidak kuat dengan stres. Ganggaun ini bisa terjadi baik beberapa jam atau tahunan, dan bisa pulih kembali.
    DSM V memberikan kriteria ganggun ini, diantaranya yaitu : Ketidakmampuan dalam merecall informasi autobiografi, dan informasi penting lain; Simptomnya dapat menyebabkan stres; Tidak disebabkan oleh efek ganggguan zat atau kondisi medis lain; dan tidak bisa dijelaskan oleh gangguan lain.

    Gangguan ini memiliki turunan yaitu Fugue Disosiatif. Fugue Disosiatif berasal dari kata Fugue yang artinya lari dari rumah. Cirinya yaitu hilangnya memori disertai dengan meninggalkan rumah dan menciptakan identitas baru. Hal itu dikarenakan orang tersebut tidak mengetahui dirinya, dan ketika sadar kembali dia tidak ingat mengapa dia ada di tempat tersebut. Gangguan ini pulih dalam jangka waktu berbeda-beda.

  2. Gangguan Identitas Disositaif atau Kepribadian Ganda (GID).
    mpd-7 candlepozt
    Kepribadian yang berbeda. Source: Candlepozt

    Dalam beberapa kesempatan saya menemukan banyak yang salah kaprah dalam mengartikan kepribadian ganda. Hal tersebut karena kurangnya informasi yang diberikan. GID memiliki beberapa kriteria menurut DSM V yaitu: Memiliki dua atau lebih kepribadian atau identitas yang berbeda dalam dirinya. Ciri ini melibatkan yang ditandai tidak tersambungnya dalam sense diri; Berawal pada masa kanak-kanak; Disertai sakit kepala; Gaps yang berulang dalam mengingat kejadian setiap hari, informasi pribadi yang penting, dan kejadian traumatik yang tidak konsisten dengan kebiasaan melupakan; Simptom menyebabkan distres yang signifikan secara klinisi atau pada kehidupan sosial terganggu; tidak terkait ritual atau agama tertentu; dan simptom tidak terkait efek fisiologis. Contohnya yaitu seseorang yang ketika bangun tidur atau sadar melihat bekas segelas coklat panas, yang padahal dia tidak menyukai coklat panas. Gangguan ini terjadi karena kekerasan ketika masa anak pada fisik dan seksual.

    Gangguan ini bisa terjadi misalnya, tiba-tiba seseorang berganti peran secara berbeda dalam sikap ataupun cara berbicara, begitupun seterusnya.

  3. Depersonalisasi.
    depersonalization epainassist
    Merasa terpisah dari tubuh asli. Source : epaintassist

    Depersonalisasi merupakan gangguan yang tidak adanya amnesia atau hilangnya memori, namun juga dipicu oleh stres. Penderita gangguan ini mengalami kehilangan rasa diri; merasa diluar tubuh atau antara psikis dan fisik serasa terpisah, merasa menatap diri dari luar dirinya dari kejauhan dan tidak bisa mengendalikan tubuh. Penderita bisa juga mengalami derealisasi, pengalaman merasa terpisah dari lingkungan atau situasi kesadaran berkabut. Ini dapat muncul pada masa remaja dan kronis. Kriteria dalam DSM 5 untuk orang yang mengalami gangguan ini yaitu: Mengalami depersonalisasi, derealisasi atau keduanya; Ketika mengalami hal itu masih berhubungan dengan realita; Simptom menyebabkan stres dan fungsi sosial terganggu; bukan karena obat dan gangguan lainnya.

pexels-photo-823301
Stop menunda dan menghindari masalah. Source : Pexel

Terapi dalam gangguan ini rata-rata untuk semua gangguan bisa dilakukan dengan cara psikodinamika yaitu hipnosis. Hipnosis digunakan untuk menanggulangi ke masa kanak-kanak dan menyelesaikan stres yang direpresi oleh penderita. Kemudian mengangkat masalahnya dari alam bawah sadar menuju kesadaran untuk diselesaikan. Terapis juga harus mampu menyatukan kepribadian yang dimunculkan oleh klien. Disamping itu, terapis bisa mengobati pada kecemasan dan depresi yang dialami oleh penderita. Solusi secara lengkap untuk stres akan dibahas di lain waktu hehe.


Untuk lebih lanjut mengetahui gangguan ini kamu bisa download buku ini : [Ann M. Kring, Sheri L. Johnson, dkk Abnormal Psychology] dan [Buku DSM V]. Ini serial bahasa Inggris, untuk serial Indonesia kamu bisa membeli di toko buku favorit kamu hehe. Dan juga, saya pernah membaca pada salah satu buku, bahwa dalam penelitian anak psikologi dan kedokteran cenderung ketika sudah mengetahui gangguan dan cirinya akan menerapkan pada diri sendiri dan keluarganya. Intinya, ciri-ciri dari penyakit atau gangguan akan coba mendiagnoisis sendiri dan terhadap keluarga. Jangan begitu ya, diagnosis harus dilakukan oleh psikolog atau psikiater wkwk.

Forest with blue sky
Mari nikmati hidup yang hanya sekali. Source : Pexel

Untuk saat ini hanya sampai disini. Pesan saya adalah tetap berpikir positif pada kejadian bagaimanapun, karena Inna Ma`al `Usri Yusran. Selesaikan masalah dan jangan pernah lari dari masalah. Seberapapun beratnya, kamu harus hadapi. Jalanilah hidup ini dengan manfaat, karena hidup di dunia hanya sekali. Apakah rela menghabiskan waktunya untuk hal yang tidak menguntungkan baik bagi diri atau orang lain ?. Namun bukan berarti stres itu buruk atau tidak dibolehkan. Dalam suatu kesempatan, stres yang terkendali akan memicu adrenal kita untuk bekerja lebih giat dan meningkatkan prestasi. Yang tidak boleh adalah segala sesuatu yang berlebihan, kan ?.

Bagi kamu yang memiliki kritik atau saran yang sifatnya membangun blog ini dan mungkin juga ingin mengirimkan artikel atau karyanya untuk dipublikasikan di blog ini, kamu bisa mengirimkannya ke e-mail : aripviker@gmail.com

Facebook Comments

arifkeisuke

Lebih suka melihat langit biru di antara pepohonan yang hijau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: