Mengapa Kita Membenci atau Takut Sesuatu dan Sulit Hilang ?

Assalamu’alaikum. Selamat pagi, selamat beraktivitas di hari kamis.

Pernah gak ngalamin ketakutan, melihat kain putih yang padahal jemuran di malam hari, ketika habis menonton film horor ? Atau mengapa kita begitu menghindar dan sulit jika memahami suatu mata kuliah atau pelajaran ? Hal tersebut ada penjelasan ilmiahnya loh teman-teman, yuk simak siapa tahu ada manfaatnya dan bisa dikasih solusi. mungkin.

gestalt-pattern-image
Source : google.com

Pertama, kita lihat terlebih dahulu mengapa kita takut akan sesuatu ? Dari mana asalnya taktu, benci atau emosi itu ?.

Teori Ego Sigmund Freud
Source : google.com

Takut termasuk kedalam sesuatu yang ada dalam diri, iyalah masa dari luar ya haha. Maksudnya takut termasuk kedalam emosi, ingat ya emosi itu engga hanya marah loh. so what is emotion ? Emosi singkatnya yaitu sesuatu yang dirasakan atau keadaan seseorang yang bergejolak (complex feeling) yang berfungsi sebagai penyesuaian diri terhadap lingkungan dan berasal dari alam bawah sadar. Jadi tuh katanya, takut adanya di alam bawah sadar.

 

Perlu diketahui mengapa complex feeling dan bagaimana masuk ke alam bawah sadar suatu ingatan yang menyebabkan hal itu menjadi takut atau benci ?

Jadi gini temen-temen, proses itu melibatkan indera, terus ditransmisikan menuju otak (nervous system) namun dalam proses itu masuk ke amygdala (pusat emosi) singgah ke talamus (konektor to syaraf lain) terus berakhir di hipocampus (pusat memori) dan terproduksilah persepsi terhadap objek atau peristiwa. Katanya sih begitu kalau ditinjau dari sisi biopsikologi mah. Ribet kan, jadi mari hargai hidup ini kakak :D.

Intinya melibatkan indera dan memori kita. Contohnya begini si A melihat film hantu ,misal pocong-pocongan, karena pocong itu memakai baju berwarna putih dan menakutkan, maka si A menyimpan baju putih dan takut bersatu, ciyee bersatu wkwk.  Kemudian karena informasi si pocong itu menggugah minat atau mengena untuk si A, maka pocong itu mudah masuk ke dalam memori alam bawah sadar secara otomatis, proses masuknya memori ke dalam alam bawah sadar, berarti si A punya tuh ingatan tentang yang menakutkan terhadap hal yang putih dan takut di ingatannya. Terus deh pada suatu waktu si A jalan-jalan di kegelapan malam dengan sepeda motor, dan tiba-tiba melihat sesuatu yang putih di pinggiran jalan. Si A saat itu secara refleks mempacu kendaraannya lebih cepat.

Mengapa si A berperilaku refleks ? Karena persepsi A terhadap kegeladapan mungkin menakutkan, dan diasosiasikan dengan informasi yang telah ada dulu ditambah kain putih tersebut yang menguatkan persepsinya itu. Karena kemunculan persepsi itulah kita cenderung berbuat refleks atau meskipun tidak dapat nampak perilaku untuk menghindari hal itu, ada sesuatu hal yang tidak nyaman dalam diri sebagai pengganti perilaku menghindari tadi, kalau dalam konteks ini pengganti si A mempacu kendaraannya lebih cepat.

Keadaan seperti itu pula dapat terjadi terhadap diri kita ketika berhadapan dengan orang lain. Meskipun kita baru pertama kali melihat seseorang, namun karena seseorang yang pertama kita temui itu memiliki identitas atau ciri yang sama dengan teman kita di masa lalu, mungkin menyebalkan, maka kita akan cenderung menghindari seseorang yang ditemui pertama kali itu dan ada dorongan dalam diri untuk tidak mendekatinya. Mungkin ketika galau, jangan galau ya :D, anak muda akan mulai memborong dan menjajarkan musik-musik mellow secara intens. Jika itu dilakukan maka setiap memutar lagu tersebut ingatan kita akan digiring ke peristiwa masa itu. Ini bukan hanya terjadi dalam keadaan mellow, seperti saya juga merasa memutar sebuah musik ketika akan berhaflah dengan teman-teman dan seperti itu wkwk :D. Intinya ingatan yang dicampuri atau tercampur dengan emosi (melalui amygdala) akan cenderung masuk ke alam bawah sadar.

Atau contoh konkret lainnya yaitu ketika kita mendengar cerita-cerita orang lain bahwa suatu pelajaran, misal yang berbau eksakta, itu diceritakan sulit. Maka kita cenderung akan memiliki mental bloking yang kuat untuk menolak bahkan membenci pelajaran tersebut. Dalam teori psikologi sosial, meskipun kita tidak mengalami suatu fenomena jika kita mendengarkan cerita orang lain, maka kita cenderung akan memiliki persepsi yang sama dengan si pencerita itu. Ini bisa dinamakan dengan collective memory. 

Contoh collective memory yaitu tentang ayah/ibu atau kakek/nenek kita bercerita tentang kejadian kejamnya G 30 S. Meskipun kita engga hadir dan engga merasakan kejadian di masa itu, tapi kita cenderung memiliki persepsi yang sama dengan pencerita ke diri kita, yaitu cenderung menolak dan mengutuk. Singkatnya collective memory yaitu perilaku atau persepsi kita dipengaruhi oleh cerita atau peristiwa dari orang lain.

Kesalahan-kesalahan persepsi dalam diri yang cenderung memberikan nilai dengan pengeneralisasian terhadap suatu objek berdasarkan law of similarity. Oleh karena itu mari teman-teman lebih terbuka membuka mata, telinga, dan hati kita. Teruslah kritis dalam menanggap suatu informasi, bukan berarti skeptisme, tapi demi kemaslahatan pribadi yang sehat. Terus bandingkanlah berita-berita yang diterima baik dari media atau apapun.

Mari buat persepsi semaksimal mungkin objektif, meskipun otak secara otomatis membuat persepsi terhadap kita alangkah lebih baik menghargai pula persepsi orang lain yang berbeda. The difference makes us to have much knowledge and to tolerate to another person.

 

mengapa-langit-berwarna-biru
Mari hidup sehat secerah langit biru 😀

For your information : artikel selanjutnya akan membahas bagaimana mengoptimalkan sistem syaraf dalam belajar dan kebahagiaan, so stay tune in this blog and thank you for your visiting, enjoy your life.

Jika ada koreksi atau saran atau apapun bisa kamu tulis di komentar atau kirim email personal ke : aripviker@gmail.com :). 

 


Semua sumber yang dipakai dari perkuliahan psikologi umum, psikologi faal, dan psikologi sosial.

Facebook Comments

Arif Keisuke

Lebih suka melihat langit biru di antara pepohonan yang hijau.

6 tanggapan untuk “Mengapa Kita Membenci atau Takut Sesuatu dan Sulit Hilang ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: