Purwakarta, Pesona Budaya Sunda

Assalamu’alaikum. Selamat sore.
Kesempatan ini saya ingin membuat catatan bagi semua orang, siapapun intinya tanpa dikecualikan :D. Tulisan ini merupakan perjalanan penulis sendiri yang diajak silaturahim oleh temen seperantauan di Ciputat. Awalnya sih masa iya gitu tempat itu bagus, padahal terakhir saya ke sana itu pada tahun 2015 tidak begitu banyak yang mengesankan, atau mungkin lupa wkwk. Yang pasti, bagi temen-temen yang ingin ke Purwakarta bisa jadi salah satu referensi.


Alasan Kamu Harus ke Purwakarta

  1. Kota Budaya Sunda
Patung Purwakarta
Sumber : Google

Pertama datang ke Purwakarta saya disuguhkan dengan adat budaya sendiri yaitu sunda. Ciri yang Nampak terletak pada ornament bangunan, mulai dari gapura, ucapan selamat dating dengan “Wilujeung Sumpling Geura Bral Anaking . . .” beserta patung-patung yang tertata di setiap perempatan jalan. Suasana sunda juga diperlekat dengan banyaknya perkakas khas sunda seperti “dudukuy” yang menjadi piringan lampu. Tentunya masyarakat yang berseliweran bercengkrama dalam Bahasa Sunda. Jika temen-temen minat terhadap kesenian perwayangan, disana ada sebuah museum yang berisi segala macam wayang yang khas dari sunda. Letaknya berada di alun-alun Kabupaten Purwakarta. So bagi kamu yang berminat dengan budaya sunda, bisa langsung dating aja. .

2. Situs Wisata Taman yang Banyak

Purwasuka
Sumber : Google

Jika temen-temen kebingunan berwisata,disana pasti aka menambah bingun temen-temen :D. Karena terdapat lebih dari 43-an, tepatnya kurang tahu wkwk, situs wisata. Mulai dari waduk Jatiluhur, kerajinan keramik Plered, taman situ, patenjoan (Bukit Pemandangan), museum, sampai kuburan ya kuburan kereta listrik zaman dulu. Jadi, kamu harus sudah punya planning dulu dan manage waktu dan transportasinya supaya terjarah semua tempat wisatanya.

3. Museum Sejarah Indonesia yang Menarik

Museum Pwk vikaoctavia
Sumber : Vicaoctavia

Bagi pecinta travelling edukasi, kamu juga akan dimanjakan dengan fitur sejarah yang telah dimuseumkan. Ada beberapa museum yang terdapat di Purwakarta, mulai dari sejarah Indonesia mulai dari kerajaannya, masa tahapan dunia, dan masa kolonialpun juga ada. Disana ada fitur 3D juga. Sedikit cerita, saya juga terkaget melihat sebuah animasi yang bertema keruntuhan Kerajaan Majapahit. Disana rumah asli yang seperti terbakar dan warganya bertaburan wkwk. Soal teknologi museum memang disediakan fitur computer yang bisa kita baca e-booknya atau kita tonton animasinya loh.

4. Aksesnya Mudah

Sadang
Sumber : Google

Kalau ke tempat wisata yang terpencil emang enak dan punya sensasi sendiri, apalagi seperti dalam film UP! Wkwk :D. Bagi temen-temen yang ingin mengunjungi atau berlibur ke Purwakarta, aksesnya banyak cara loh. Mulai dari teman-temen yang bertempat tinggal di sekitaran Jakarta, tinggal masuk ke tol Jakarta-Cikarang, Cipularang, dan Purbaleunyi, kemudian masuk ke gerbang tol Sadang atau Ciganea. Jam yang ditempuh kira-kira sekitar 2-3 jam jika tidak macet. Bagi yang ingin naik pesawat dari luar kota, bisa ke Bandung dan mereka bertetangaan hehe. Kalau naik kereta pasti terlewat jika temen-temen memakai kereta yang jalur selatan Jawa Barat di Statiun Purwakarta. So it is easy brother. Tinggal nyiapin koceknya hehe.

5. Banyak Danau, dan Ada Pameran Air Mancur Setiap Malam Minggu

Headlinejabar Situs
Sumber : Headline Jabar

Biasanya para pelancong dari luar kota yang sedang berlibur di Purwakarta memilih malam minggu. Soalnya ada acara yang hanya dipertontonkan ketika sabtu malam saja. Momen mingguan ini banyak digandrungi masyarakat, mulai dari balita-sampai tua renta mereka datang. Pameran ini berletak di taman Sri Baduga Maharaja atau Situ Buleud (Bulat). Disamping itu teman-teman, disana ada waduk yang namanya Jatiluhur, tahu kan ? yang memasok listrik pulau jawa dan bali hehe. Konon berdasarkan sejarah dari museumnya situ atau waduk dibuat itu untuk memenuhi pasokan air ketika pemindahan ibu kota Karawang ke Purwakarta (Sindangkasih) atau Wanayasa. So, coba datengi saja dana lihat okay .

Sebenarnya pengen banyak yang ingin saya ceritakan, namun karena hanya terbatas waktu jadi tidak bisa mengunjungi semua situs wisata yang ada. Kabupaten ini merupakan kabupaten yang kecil, namun karena kesadaran warganya menjadikan kabupaten ini menjelma dan digandrungi banyak wisatawan. Penulis sendiri tertarik karena bener mempertahankan budaya sunda, karena saya suka dengan adat sunda apalagi terintegrasi dengan zaman now. Intinya bisa selaraslah tidak pudar apa yang menjadi budi dan daya ciri khas urang sunda. Membanggakan bukan malah mengingkarkan. Budaya memang menjadi alat pemersatu bangsa yang sangat mudah, begitu yang diceritakan dalam buku Ahmad Fuadi yang berjudul Ranah 3 Warna. Tidak ada yang menampik bahwa semua orang pasti bangga dan cinta terhadap budayanya sendiri. Meskipun secara malu-malu tidak ditonjolkan. Oke jadi intinya, ini merupakan kabupaten yang nyunda pisan. Disamping itu masih terdapat juga kabupaten lain yaitu Cianjur, Tasikmalaya, dll. Oleh karena itu, Cintailah budaya mu dan banggalah serta tetap tonjolkan kepada dunia yang merana globalisasi. Inilah kearifan local kita, inilah identitas kita, sebagai bagian dari negeri Indonesia tercinta ini.

Oke untuk perjalanan kali ini dicukupkan sampai disini, semoga bisa membantu dan menginspirasi kabupaten lain guna menyongsong masa depan yang penuh dengan kemajemukan. Mungkin perjuangan kita lebih berat, namun akan lebih berat anak cucu kita jika tidak memiliki identitas sendiri untuk struggling dengan budaya lain. Terima kasih.

Bagi teman-teman yang memiliki kritik atau saran yang bersifat membangun blog ini dan mungkin juga ingin mengirmkan artikel atau karyanya untuk dipublikasikan di website ini, kamu bisa mengirmkan itu ke : aripviker@gmail.com

Facebook Comments

Arif Keisuke

Lebih suka melihat langit biru di antara pepohonan yang hijau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: