Moodboster, Bagi Kamu yang Bercita-cita Kuliah atau Pergi Ke Luar Negeri. Resensi Trilogi Negeri 5 Menara

Assalamu’alaikum. Oke selamat siang temen-temen. Dengan ditemani kota Ciputat yang murung terus sejak subuh tadi hingga kini. Tapi bagus juga sih, ini sebuah hal yang langka di tahun lalu yang sering panas membakar kulit wkwk. Tahu lah panas daerah dataran kayak Jakarta gimana, terlebih ditambah hutan belantara beton putih yang berjejeran dan hewan-hewan baja yang berkeliaran mengepulkan asap dari minumannya. Jadi ngalor-ngidul ga jelas ini ya wkwk. Yang pasti saya sekarang lebih suka meresensi buku-buku, apalagi yang berbau penyemangat buat scholarship hunter atau sejenisnya.




Sudah pernah baca buku Ahmad Fuadi yang berjudul Negeri 5 Menara, Ranah 3 Warna, dan Rantau 1 Muara ?. Jika belum boleh lah lirik ke bawah sebentar wae wkwk. Novel ini cukup menarik untuk membawa kita kepada alam Amerika dan kehidupan seorang jurnalistik berdarah Minang. Konon, katanya novel ini didasarkan pada pengalaman hidup beliau. Beliau yang pernah menjadi seorang jurnalistik, dan kini beralih menulis menjadi novelis. Menyangkut biografi memang bisa menjadi sebuah petuah bagi kita dalam mengambil pesan yang didapat dari perjalanan hidupnya. Langsung saja yook.

Keterangan Buku

 

Trilogi Buku
Source : Blog Detik

 

Judul Buku    : Negeri 5 Menara, Ranah 3 Warna, dan Rantau 1 Muara

Penulis        : Ahmad Fuadi (Biografi di Wikipedia)

Genre        : Islami, Romance, Edukasi

Bahasa        : Indonesia

Penerbit    : Gramedia

ISBN        :

Biografi Penulis

Tempo A. Fuadi
Source : Tempo

Ahmad Fuadi lair di Bayur, kampung dekat pinggir Danau Maninjau, Sumatera Barat, 1972. Fuadi bersekolah ke Jawa tepatnya di Pondok Modern Gontor atas pemenuhan permintaan ibunya untuk masuk sekolah agama. Kemudian setelah lulus, Fuadi melanjutkan kuliah ke Bandung di Universtias Padjadjaran dengan jurusan Hubungan Internasional. Lulus dari Unpad, dia menjadi wartawan Tempo. Kemudian mendapat beasiswa Fulbright ke School of Media and Public Affairs, George Washington University, USA. Fuadi bersama istrinya, Yayi, merantau ke Amerika dan menjadi saksi bisu pengeboman Pentagon 09/11.



Ulasan Buku

Seperti novel-novel lainnya yang dapat menggugah minat baca, buku trilogy ini memberikan suntikan motivasi kepada para pembacanya dengan jenjang Pendidikan yang berbeda. Seperti hal nya dalam buku Negeri 5 Menara, Fuadi menceritakan kehidupan dirinya ketika masuk ke Pondok Madani (terinspirasi dari PM Gontor) dan kegiatan apa saja yang dilakukannya ketika di pondok. Disana Alif dipertemukan dengan shahibul Menara. Mereka berlima berani bermimpi di bawah Menara sembari menerawang awan yang menempel di langit. Novel ke dua yaitu Ranah 3 Warna. Dalam novel kali ini latar kejadiannya berbeda, yaitu lebih berpusat ketika masa perkuliahan Alif (Tokoh utama) di Unpad. Di samping itu diceritakan ketika Alif mengikuti program pertukaran budaya ke Kanada. Novel ke tiga yaitu Rantau 1 Muara. Dalam novel ini latarnya ketika Alif menjadi seorang Jurnalis di derap dan awal bertemu dengan istrinya, Dinara. Kemudian Alif kuliah di Georgia Washington University.

Kelebihan novel ini adalah mampu memadukan antara kisah nyata dan fiksi. Dengan perjalanan yang nyata pembaca bisa termotivasi atau mengambil ibrah dari hidup penulis. Kekurangan buku ini yaitu ada beberapa cerita yang dipaksakan, ketika dalam adegan kejadian baik terus menimpa Alif. Terlepas dari itu novel pertama telah diadaptasi menjadi film layer lebar dengan judul yang sama.

Link Download

Bagi temen-temen yang ingin membaca secara online dalam bentuk pdf silahkan mengunjungi link berikut ini. Namun lebih disarankan untuk membeli buku asli terbitan dari Gramedia Pustaka Utama.

[Negeri 5 Menara]    : Pustaka Indonesia

[Ranah 3 Warna]    : Google Drive

[Rantau 1 Muara]    : Google Drive



Untuk kali ini dicukupkan sekian, semoga bisa memotivasi temen-temen dan saya sendiri untuk terus membaca. Karena jendela ilmu dan dunia adalah dengan membaca, baik membaca buku, fenomena, alam, dsb. Seperti yang diamanahkan dalam wahyu pertama Rasulullah SAW yaitu bacalah. Teruslah menebar manfaat dan berguna bagi sesama. Mengutip dari Novel ini yaitu kita harus menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Di bumi ini kita menjadi hamba Allah sekaligus menjadi Khalifah.

Bagi kamu yang memiliki kritik atau saran yang sifatnya membangun blog ini dan mungkin juga ingin mengirimkan artikel atau karyanya untuk dipublikasikan di blog ini, kamu bisa mengirimkan itu ke : aripviker@gmail.com


Facebook Comments

Arif Keisuke

Lebih suka melihat langit biru di antara pepohonan yang hijau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: