Ketika Berusaha Melupakan Sesuatu dan Ditekan, Tapi Tidak Lupa Juga. Mengapa ?. Memori dan Alam Bawah Sadar Manusia

Yosh Assalamu’alaikum. Selamat Pagi. Sudah lama tidak nulis lagi untuk blog, karena kemarin ada tugas nulis yang lain hehe. Dan juga bagi temen-temen yang mengikuti JLPT bulan desember sertifikat sudah bisa diambil ya (untuk yang sering nongkrong disini Pengalaman Mengikuti JLPT N5).




Temen-temen tahu ga mengapa kita bisa mengingat kejadian yang sangat lampau ? Meskipun sebenarnya kita sudah berusaha melupakan kejadian, yang tidak menyenangkan misalnya, tapi tidak lupa-lupa ?. Atau yang tidak bisa ngelupain si doi wkwk ? Atau kejadian tiba-tiba teringat suatu hal yang sangat lampau ?. atau kita takut sesuatu yang padahal kita belum pernah mengalaminya ?. Mungkin pertanyaan itu bisa dijawab disini, dan tentunya tidak akan serinci seorang expert wkwk, namun berusaha menjelaskan secara ringkas dan jelas.

pen-idea-bulb-paper
source: pexel. berpikir

Pertama saya ingin bahas apa itu memori, karena ini berkaitan dengan memori. Singkatnya memori itu kayak penyimpanan atau ruang yang ada di barang elektronik, yang berfungsi untuk nyimpen apa-apa yang telah kita simpen, seperti informasi, kejadian, pelajaran dsb, dan telah kita proses. Bedanya dengan hp memori kita bisa hilang kalau tidak dipakai, kalau data di hp ga ilang :D. Secara buku, memori merupakan kemampuan mengingat atau menyimpan informasi yang berupa simbol agar mudah diterima serta diingat untuk dipanggil kembali.

Dari sini memori manusia terbagi menjadi dua, yaitu memori jangka pendek atau short term memory (ke depan akan disebut STM) dan memori jangka panjang atau long term memory (ke depan akan disebut LTM). Sebelum bahas bagaimana kerja STM dan LTM, mari simak terlebih dulu tentang proses yang terjadi ketika manusia mengingat sesuatu.

bigstock-Perceptions-Different-ways-of-thinking-43490413
Source : google. Banyak yang mempengaruhi persepsi

Pernah denger persepsi ?. Mungkin temen-temen sering menggunakan istilah persepsi, bener kan ?. nah hayo simak biar tahu persepsi. Proses persepsi merupakan proses bagaimana kita menangkap informasi dan menginterpretasi atau mengevaluasi informasi tersebut. Secara prosedural persepsi dimulai dengan kita memperhatikan suatu objek atau stimulus (atensi), perkelahian misalnya, dan kita mengabaikan objek atau stimulus lain di sekitar kalian. Karena kita melihat kejadian tadi, berarti informasi tersebut masuk ke mata (alat indera), kemudian ditransduksi (diubah menjadi listrik) untuk disampaikan ke otak penerima informasi dari mata (lobus occipital, berada di bagian belakang kepala). Ketika informasi masuk ke otak, selanjutnya pemberian makna terjadi, karena dalam otak kita memiliki berbagai himpunan atau kumpulan dari pengetahuan, kepercayaan, harapan, atau pengalaman dsb, misal pernah berkelahi sampai temen kalian menangis (namanya asosiatif) jadi kita berusaha mengevaluasi kejadian tadi dengan informasi yang ada dalam otak kita.

Setelah dievaluasi atau diberi makna, informasi tadi kita ceritakan ke semua orang yang kalian jumpa, ditambah temen-temen lewat terus jalan kejadian (namanya retrieval dan rehersal) dan temen-temen mengasosiasikan perkelahian tadi, secara otomatis ingatan tentang perkelahian di jalan tadi akan teringat sangat lama. Kira-kira seperti itu proses sampai ke LTM tadi. (Untuk lebih dalam pembahasan tentang persepsi akan saya bahas di lain waktu). Ada banyak teori yang membahas tentang proses memori, namun kesimpulannya yaitu dimulai dengan Encoding, yaitu proses atensi, penataan informasi, pengevaluasian. Kemudian Penyimpanan, yang mana masuk ke tahap STM dan terjadi pengulangan atau elaborasi sehingga masuk ke LTM. Dan terakhir, pengambilan, artinya informasi yang sudah ada dipakai.

Sudah paham mengenai STM dan LTM ?. Intinya, STM merupakan penyimpanan informasi dalam durasi yang tidak lama baik yang berada di indera kita atau di otak dan secara sadar. Informasi yang berada di STM bisa terjadi dua kemungkinan, jika kita tidak pernah menggunakan kembali atau murojaah informasi tersebut akan dilupakan dan hilang. Namun jika dielaborasikan dan digunakan terus, maka akan bertahan lama karena masuk ke dalam LTM. Jadi syarat untuk masuk ke dalam LTM adalah informasi tersebut sering diulang dan dibuat bermakna, atau berkesan, atau menarik perhatian, atau yang paling-paling. Letak diotak yang memproses informasi yang paling-paling, paling sedih, senang dsb, itu di hipotalamus. Lalu apa LTM itu ada di hipotalamus ?. engga teman-teman. Karena LTM itu tempat yang ada pada alam bawah sadar kita. Dan saat ini lokasinya belum diketahui dimana.




Sudah paham kan bagaimana manusia mampu mengingat ?. Terus selanjutnya yaitu alam bawah sadar. Disebut dengan alam bawah sadar, artinya ini sering terjadi di luar kesadaran kita. Seperti ingatan yang tiba-tiba teringat, atau rekaman dalam mimpi dsb. Itu tidak bisa dikontrol sesuai dengan kemauan kita sendiri. Pembahasan tentang alam bawah sadar banyak dibahas dalam teori Sigmund Freud. Dimana alam bawah sadar diibaratkan dengan seperti gunung es, atau gunung krakatau di selat sunda. Nah sesuatu atau informasi agar masuk ke alam bawah sadar atau diendapkan, seperti yang telah dijelaskan di atas. Harus yang bermakna dan diulang-ulang.

Anxiety mental health symbol isolated on white. Mental disorder icon design
Haati-hati cemas berlebih. Source : google

Fokus disini yaitu mengapa ketika kita berusaha melupakan sesuatu, namun dirasa itu sia-sia malah tidak terlupakan. Ini jelas tidak bisa, seberapa kuat kita melupakan sesuatu, yang tidak menyenangkan misalnya, kita terus tekan supaya lupa. Ini kenangan atau ingatan seperti ini malah akan masuk ke alam bawah sadar. Memang sesaat akan lupa, tapi suatu saat akan muncul secara tidak sengaja. Jika melakukan hal seperti ini, dalam kajian kepribadian, temen-temen melakukan yang namanya repression atau mencoba menekan pengalaman yang kurang menyenangkan supaya dilupakan. Ketika muncul kembali akan dalam bentuk kecemasan, dan akan membuat suatu penyakit atau perilaku yang tidak sehat. Contohnya, ketika kita berusaha menutupi suatu kesalahan atau perilaku yang menyimpang kita dengan melakukan hal yang lain, maka ketika kita bertemu dengan sesuatu yang berhubungan dengan masalah tadi, kita akan menjadi cemas atau ketakutan. Dan bentuknya bisa dalam salah ucap atau tiba-tiba mengucapkan sesuatu secara spontan tanpa kita sadari. Jadi ingatan yang dicoba kita lupakan atau ditutupi, kita secara tidak sadar memasukan ingatan tersebut ke alam bawah sadar kita. Bahasa sehari-harinya adalah jangan lari dari masalah, hadapi, terimalah itu bagian dari kehidupanmu.

Kemudian untuk masalah ketika kita takut akan sesuatu padahal kita belum pernah mengalaminya, itu merupakan suatu yang dipengaruhi oleh kolektif memori. Untuk kolektif memori saya sudah pernah membahasnya di sini mengapa kita benci sesuatu dan sulit hilang
, artinya ketika kita diceritakan tentang sesuatu kita mempersepsikan yang sama dengan orang yang menceritakan sesuatu tersebut. Misalkan, ketika dalam suatu kuliah, ada banyak kating yang menyebarkan bahwa mata kulia A itu dosennya menyeramkan dan susah lulusnya. Ketika itu kita terpengaruh oleh persepsi mereka, dan kita memasukan informasi itu menjadi informasi bermakna dan menarik perhatian hipotalamik. Sehingga, kita menjadi sigap dan berperilaku sesuai dengan apa yang dikatakan kating tadi. Ini kita diperlukan untuk mencari sumber dan tidak mempersepsikan sesuatu yang memiliki peluang atau hanya dari beberapa orang saja. Kadang ketakutan yang dimiliki oleh kita itu tidak mendasar dan banyak terpengaruh oleh orang lain, yang bahkan kita tidak mencari tahu hal yang sebenarnya terlebih dahulu. Memang ini menjadi proses otomatis dalam manusia, tapi ini harus ditekan dan tidak mengendap dalam pikiran kita. Karena dapat berdampak pada kepribadian yang tidak sehat.

Oke untuk saat ini dicukupkan sekian, memang materi ini agak mirip dengan sebelumnya. Tapi, ini semoga memberikan knowledge bagi temen-temen tentang memori kita ini. Sadarilah betapa rumitnya sistem kerja manusia ini, namun bagi Allah itu merupakan perkara mudah. Karena misteri yang sesungguhnya bukan di luar sana, tapi dalam diri temen-temen sendiri, itulah psikologi.




Bagi kamu yang memiliki kritik dan saran yang bersifat membangun blog ini dan atau memiliki artikel yang ingin dimuat dalam blog ini silahkan kirimkan tulisanmu ke e-mail berikut : aripviker@gmail.com

Terima kasih.

Facebook Comments

Arif Keisuke

Lebih suka melihat langit biru di antara pepohonan yang hijau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: