Mengenal psikologi Islam, psikologi islam, psikologi islami, nafsiologi, ilmu jiwa islam, apa itu psikologi islam, memahami psikologi islam, perbedaan psikologi islam dan barat

Pendahuluan

Kali ini Arif Keisuke akan memuat artikel mengenai salah satu cabang bahasan dalam psikologi, yaitu Psikologi Islam. Artikel kali ini berjudul Bagaimana Psikologi Islam Memandang Manusia? Mari Mengenal Psikologi Islam Lebih Jauh.


Dalam pembahasan ini, saya ingin mengenalkan kepada kamu semua mengenai Psikologi Islam terutama dalam pandangannya mengenai manusia, dalam hal ini jiwa manusia dalam membentuk kepribadian. Mungkin bagi kamu semua sudah familiar dan paham dengan teori psikologi barat, sehingga ini bisa menjadi salah satu informasi tambahan dan kritikan terhadap psikologi yang bermunculan dari barat, khususnya bagi kamu yang beragama Islam.

Baca juga: Terapi Gestalt untuk Membangun Kesadaran Lingkungan Hidup Masa Kini

Di dalam tulisan ini kamu akan mengenal apa dan sejarah Psikologi Islam, bagaiamana manusia dalam Psikologi Islam, dimensi jiwa dalam Psikologi Islam sampai kepribadian yang muncul atau dicetuskan dalam Psikologi Islam. Yuk bagi kamu yang memang ingin mengenal Psikologi Islam bisa melanjutkan bacaannya sampai ke bawah!

Bagaimana Psikologi Islam Memandang Manusia? Mari Mengenai Psikologi Islam

Mengenal psikologi Islam, psikologi islam, psikologi islami, nafsiologi, ilmu jiwa islam, apa itu psikologi islam, memahami psikologi islam, perbedaan psikologi islam dan barat
al-Qur`an merupakan salah satu sumber dari psikologi Islam. Source: Pixabay

Istilah Psikologi Islam memang menjadi bahasan yang intens hanya di perguruan tinggi berocorak keislaman, terutama untuk jenjang Strata 1. Ini tidak mengherankan karena sesuai dengan corak kultur yang menyelimuti perguruan tersebut. Kajian Psikologi Islam bisa dilihat dari mata kuliah yang ditawarkan seperti psikologi ibadah, Islam dan Psikologi, Psikologi sufistik ataupun kajian Tasawuf. Sehingga bisa dibilang masih sedikit asing di kalangan cendekia ataupun civitas akademika strata 1 perguruan tinggi biasa.

Baca juga: Kamu Kuliah Jurusan Psikologi ?. 8 Hal Ini Pasti Kamu Sering Dengar dari Orang Lain dan Mengalaminya.

Mesikpun begitu, Psikologi Islam sudah memiliki himpunannya tersendiri di bawah Himpsi (Himpunan Psikologi Indonesia) yaitu API (Asosiasi Psikologi Islam). Karena itu, di sini akan dikenalkan sedikit mengenai Psikologi Islam, dan bisa menjadi bekal kamu untuk lebih mengeksplorasi secara mendalam di luar sana. Yuk tetap semangat membacanya!

Psikologi Islam dan Latar Belakangnya

Munculnya Psikologi Islam yaitu sebagai imbas dari gerakan Islamisasi sains secara internasional. Realisasinya yaitu tahun 1978 mengadakan simposium psikologi dan Islam di Riyadh University, Saudi Arabia. Selain itu juga dimulai ketika terbitnya buku karya Malk B. Badri tentang the dilemma of muslim psychologists.

Sedangkan di Indonesia, geliat psikologi islam ditandai dari 1994 melalui simposium nasional psikologi Islami di UMS. Pada saat itu juga terbitnya buku hasil karya Djamaluddin Ancok & Fuad Nasahari Suroso dengan judul Psikologi Islami, Solusi Islam atas Problem-problem Psikologi (1994) menambah semangat memunculkan Psikologi Islam.

Pandangan Psikologi Islam

Mengenal psikologi Islam, psikologi islam, psikologi islami, nafsiologi, ilmu jiwa islam, apa itu psikologi islam, memahami psikologi islam, perbedaan psikologi islam dan barat
Pandangan Islam terhadap psikologi dan manusia. Source: Pexels.com

Psikologi Islam merupakan sebuah studi mengenai psikologi namun pisau analisis yang digunakan menggunakan kajian keislaman seperti Al-Qur`an, Hadits, dan Karya Ulama terdahulu yang membahas tentang jiwa manusia. Psikologi Islam lahir sebagai kritik terhadap pandangan psikologi barat mengenai nilai dan citra manusia. Dalam Islam manusia merupakan suatu makhluk yang berpotensi tinggi baik potensi agama ataupun potensi lainnya, berakal, positif tidak deterministik (Hanna Bastaman, 2005).


Sehingga ketika teori psikologi dari barat yang memandang manusia secara partial seperti psikodinamika yang memandang manusia sebagai makhluk negatif dan deterministik oleh kehidupan sebelum 6 tahun, behavioristik yang memandang manusia bukan makhluk potensial ataupun pasif, dan humanistik yang cenderung antroposentrisme tidak memandang dimensi di luar diri manusia secara metafisik. Begitupun dengan teori lainnya yang cenderung manusia merupakan zat tertinggi atau antroposentris, mengabaikan hakikat serta campur tangan Tuhan dalam kehidupannya.

Baca juga: Mengukur Tingkat Kebahagiaan dan Kesehatan Mental Diri Sendiri dengan Teori Jahoda

Di barat sendiri, kesadaran akan terlalu jauhnya melenceng kehidupan kontemporer dan tidak mendapatkan perhatian psikologi. Pandangan saat ini yang cenderung menitik beratkan sesuatu atau realitas secara positivistik atau empirik. Kalau bahasa sehari-harinya mah no pict = hoax. Tokoh di baratpun menyadarinya, seperti dalam beberapa ungkapannya yaitu sebagai beirkut:

Bertrand Russel = Kemajuan material tidak dibarengi kemajuan moral spiritual

Erich Fromm = manusia modern berjaya dalam menggapai capaian material tetapi kehidupan mereka dipenuhi keresahan jiwa

Struktur Keilmuan Psikologi Islam

Mengenal psikologi Islam, psikologi islam, psikologi islami, nafsiologi, ilmu jiwa islam, apa itu psikologi islam, memahami psikologi islam, perbedaan psikologi islam dan barat
Untuk menyelaminya kamu perlu tahu strukturnya. Source: Pexels.com

Oh ya, mengapa saya membandingkannya dengan teori di atas, karena kedudukan Psikologi Islam sendiri sejajar dengan aliran-aliran atau pendekatan dalam psikologi. Seperti yang telah kamu ketahui, aliran atau pendekatan psikologi terdiri dari behavioristik, psikoanalisis, humanistik, kognitif, biologi, evolusioner, sosial budaya ditambah psikologi Islam. Karenanya Psikologi Islam sudah memiliki struktur keilmuan yang kokoh. Struktur keilmuan yang dimaksud meliputi rumusan, landasan, fungsi dan tujuan, metode dan tujuan serta ruang lingkup.

Baca juga: Tinjaun dan Peran Keluarga Terhadap Pemberian Smartphone dan Internet Pada Anak

Rumusan psikologi Islam yaitu mempelajari keunikan dan pola perilaku manusia menurut ajaran Islam. Perilaku yang ditinjau yaitu interaksi antara manusia dengan dirinya sendiri, dengan manusia lainnya, dengan lingkungan sekitar dan dengan Tuhan. Ini sebagai kontradiksi dari pandangan barat yang antroposentrisme atau fokus pada manusia sendiri, sedangkan dalam Islam manusia merupakan sebuah realisasi Sang Pencipta dan Makhluk Tuhan lainnya. Artinya yaitu ada keterikatan antara manusia dengan ciptaan Tuhan lainnya. Keterikatan tersebut dikukuhkan dalam tugas manusia diutus ke bumi sebagai seorang `abid (Q.S. 51:56) dan khalifah (Q.S. 2:30).

Landasan psikologi Islam yaitu pada citra manusia dari sumber ajaran Islam. Citra manusia dalam psikologi Islam berbeda dengan psikologi barat, di antaranya yaitu memiliki martabat yang tinggi, hakikat manusia baik, suci dan beriman serta memiliki ruh disamping raga dan jiwa. Untuk pembahasan ini akan diulas dalam artikel selanjutnya secara terpisah. Tujuannya yaitu untuk meningkatkan kesehatan mental dan kualitas keberagamaan seseorang. Sebagai contoh, salah satu landasan dalam Al-Qur`an yaitu dalam Q.S. Fushshilat [41]: 53.

Baca juga: Stres Membunuhmu. Kenali Definisi, Kinerja, Dampak, dan Terapinya|Serial Mengenal Stres

Oh iya, btw untuk memahami Al-Qur`an ada ragam tiga ayat di dalamnya yaitu Ayat-ayat Qur`ani (Hukum tertulis dalam al-Qur`an), Ayat-ayat Aafaaqi (Hukum tentang Alam Semesta) dan Ayat-ayat Nafsani (Hukum tentang Manusia).

Kemudian fungsi secara keilmuan psikologi Islam sebenarnya sama saja yaitu Understanding, controling, predcting, developing, education dan applicating. Selanjutnya ruang lingkup bahasannya terutama dalam manusia pada dimensi manusia yaitu Jasmaniah, Ruhaniah dan Nafsaniah serta melibatkan juga Lingkungan sosial budaya.

Keunikan dalam psikologi Islam yaitu melibatkan dimensi ruh atau potensi manusia dengan dimensi jiwa atau nafsaniah melibatkan qalb. Dimana penjelasan mengenai dimensi ini tidak bisa ditemukan dalam pendekatan psikologi kontemporer saat ini, sehingga fokusnya yaitu pada diri sendiri dan kognisinya yaitu aql. Tentunya dalam Islam tidak melupakan aql, karena dimensi nafsaniah terdiri dari aql, qalb dan nafs. Untuk gambaran saja, kamu bisa membayangkan teori struktur jiwa Freud yang ego, superego, dan id.

Dari dimensi ini, bagaimana manusia mengendalikan dirinya atau sederhananya antara qalb, aql dan nafs nya mana yang lebih dominan menjadi dirinya. Dalam kajiannya, perpaduan antara ketiga dimensi itu akan ada yang menjadi dominan, sehingga akan memunculkan beberapa kepribadian manusia tersebut. Kepribadian dalam pandangan Psikologi Islam yang dilandaskan pada tiga struktur jiwa yaitu an-nafsul muthmainnahan-nafsul lawwamah dan al-ammara bissu`. Untuk pembahasan lengkapnya mengenai kepribadian dan struktur jiwa manusia akan saya bahas di lain kesempatan.


Imbas dari penggunaan dimensi di atas dalam psikologi Islam dan pandangannya terhadap citra manusia, metode yang digunakan yaitu method of science (empiris dan rasional), method of Tenacity (keyakinan), method of Authority (otoritas)dan method of Intuition (intuisi) (F.N. Kerliger: Foundation of Behavioral Research). Penggunaan beragam metode ini juga didasarkan pada pemahaman terhadap manusia yang cenderung dipengaruhi oleh beragam variabel, atau manusia merupakan makhluk unik, khas dan berbeda dengan makhluk lainnya.

Penutup

Untuk kali ini dicukupkan sampai di sini saja. Ini merupakan sebuah serial dari artikel psikologi Islam, dan bisa menjadi sebuah langkah awal bagi kamu untuk mengenal psikologi Islam lebih jauh. Artikel selanjutnya akan membahas mengenai bagaimana pembentukan kepribadian dalam psikologi Islam dan penjelasan mengenai dimensi qalb, aql dan nafs. Oke, semoga untuk kali ini bisa bermanfaat bagi kamu. Tetap semangat dalam mencari ilmu dan jangan lupa untuk terus saling berbagi demi mencerdaskan anak bangsa, meskipun itu satu ayat ataupun sedikit tetapi valuable

Bagi kamu yang memiliki kritik atau saran yang bersifat membangun blog ini dan mungkin juga ingin mengirimkan artikel atau karyanya untuk dipublikasikan di website ini, kamu bisa mengirimkan itu ke alamat e-mail: Aripviker@gmail.com

Daftar Pustaka

Bastaman D. Hanna, Integrasi Psikologi Dengan Islam: Menuju Psikologi Islami, Yogyakarta: Yayasan Insan Kamil, 2005.

Perkuliahan Psikologi Islam

Bagaimana Psikologi Islam Memandang Manusia? Mari Mengenal Psikologi Islam Lebih Jauh
Tag pada:                

Arif Keisuke

Lebih suka melihat langit biru di antara pepohonan yang hijau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: